INTISARI : Selain matematika, membaca dan menulis permulaan adalah keterampilan dasar yang paling penting untuk anak sekolah yang harus dikuasai pada masa awal sekolah. Keterampilan membaca dan menulis ini menentukan keberhasilan anak dalam proses belajar selanjutnya karena merupakan alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. Selain itu tuntutan perkembangan era globalisasi saat ini menempatkan pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya yang dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian terdapat dua kebutuhan dalam hal ini, yaitu kebutuhan akan proses pembelajaran baca-tulis bahasa Indonesia dan pembelajaran bahasa Inggris. Kedua proses pembelajaran ini dapat terintegrasi dengan penggunaan metode pembelajaran Jolly Phonics , yaitu suatu metode yang mencakup pengajaran mengenal huruf, mengeja dan membaca kata, sekaligus juga mengenal kosa kata bahasa Inggris dan cara membacanya.

Metode Jolly Phonics adalah salah satu cara mengajarkan anak membaca dan menulis yang menggunakan pendekatan bottom up process dan top-down secara seimbang, yaitu mulai dengan mengajarkan unit terkecil bunyi untuk dapat membaca dan memberikan konteks cerita dalam pengajaran huruf. Metode ini dirumuskan oleh Sue Loyd (1992) dari Inggris dan telah digunakan di beberapa negara berbahasa Inggris (Inggris, Amerika, Kanada, dan Australia) dan negara berbahasa selain bahasa Inggris (Korea dan Malaysia). Penelitian Stuart (1999) menunjukkan bahwa metode ini ternyata efektif untuk mengajarkan baca tulis bahas Inggris pada anak dengan bahasa ibu bukan bahasa Inggris. Proses pengajaran dengan metode ini memiliki karakteristik mengajarkan bunyi huruf secara multi sensori dan menggunakan asosiasi gerakan yang memudahkan untuk mengingat huruf. Selanjutnya, diajarkan sintesa bunyi untuk mengeja kata, mengidentifikasi bunyi dalam kata, serta menulis huruf dengan cara yang tepat. Selain itu, diajarkan pula kata-kata sulit yang tidak bisa dieja.

Setelah mendalami metode ini, muncul inspirasi untuk menggunakannya pada anak yang berbahasa ibu Indonesia. Terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh anak berbahasa ibu Indonesia yang mulai belajar baca tulis dengan metode Jolly Phonics, yaitu anak belajar beberapa bunyi huruf diftong (digraph) yang ada dalam ejaan bahasa Inggris dan tidak ada dalam bahasa Indonesia. Hal ini sangat penting untuk membuat anak mampu mengeja kata bahasa Inggris sehingga tidak mengalami kekeliruan dalam pengucapan. Selain itu, anak diajarkan kata-kata sulit yang akan membuat mereka mengetahui cara membaca dan menulis dengan tepat. Dalam pengajaran dengan metode ini anak akan banyak dikenalkan pada kosakata bahasa Inggris. Untuk itu dilakukan integrasi pengajaran bahasa Inggris dengan pengajaran baca tulis bahasa Indonesia agar lebih efisien dalam pemanfaatan waktu dan lebih kontekstual dalam proses pengajaran.

Sumber : http://lppm.ums.ac.id/images/stories/penelitian/psikologi/2007_Dikti_Lisnawati_Ruhaena.pdf