Latihan Untuk Mengencangkan Payudara

Leave a comment

Agar payudara tetap kencang dan bagus paska menyusui, latihlah otot-otot penyangga payudara serta lengan dan bahu Bunda. Latihan teratur juga akan membuat payudra berfungsi lebih baik. 
  • Mendorong dinding. Berdirilah dalam posisi mendorong dinding dengan tangan lurus dan kaki terbuka sejauh satu paha satu sama lain. Condongkan tubuh ke depan perlahan-lahan sambil memeluk siku sampai mencium dinding. Lalu dorong tubuh ke posisi semula secara perlahan. Ulangi latihan ini minimal 10 kali. Tarik napas dalam-dalam selagi Anda mencondongkan tubuh ke arah dinding dan keluarkan napas pelan-pelan selagi mengangkat tubuh.



     
     
  • Duduk menyangga buku. Duduk tegak pada kursi bersandaran tinggi dengan kedua kaki menempel lantai. Rentangkan kedua lengan lurus ke samping dengan buku yang cukup berat pada masing-masing tangan. Kemudian tekuk siku dan perlahan-lahan bawalah buku-buku ke arah Anda setinggi bahu. Pertahankan selama lima hitungan dan luruskan kembali kedua lengan. Ulangi latihan ini sebanyak lima kali.
  • Mengepalkan tangan. Duduklah bersilang kaki dengan punggung lurus, tekuk lengan di depan dada dengan satu tangan mengepal dan tangan lain menekapnya. Dorongkan satu sama lain sehingga Anda merasakan regangan pada otot-otot dada. Gantilah tangan yang mengepal dan ulangi pada sisi yang lain. Lakukan masing-masing lima kali pada setiap lengan.

  • Membuat lingkaran kecil. Berdiri tegak dengan kaki terbuka berjarak satu bahu dan kedua lengan direntangkan ke samping setinggi bahu. Lemparkan lengan ke belakang, buatlah lingkaran penuh kearah belakang sebanyak lima kali. Ulangi kearah yang berlawanan sebanyak lima kali pula.
  • Tekanan tangan. Duduklah bersilang kaki dengan kedua tangan terlipat di depan tubuh setinggi bahu. Tekan kedua tangan satu sama lain sekuat mungkin. Kemudian lepaskan dan rasakan otot-otot pad abagian samping tubuh berkeut dan melamas, ulangi sampi 10 kali.

Nasi Goreng Campur Kemangi

Leave a comment

Nasi goreng yang ini di jamin lengkap akan vitamin dan pastinya akan membuat perut kenyang, jadi silahkan mencoba resep yang satu ini.

Bahan:
  • 400 g cumi-cumi, cuci bersih, buang tintanya, iris bulat tebal ½ cm
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt merica bubuk
  • 5 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk purut, iris halus
  • 8 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 100 g wortel, kupas, potong dadu ½ cm
  • 75 g bunga kecombrang (honje), iris tipis
  • 100 g jamur merang segar, potong dadu kecil
  • 600 g nasi putih,
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm kecap asin
  • 4 butir telur ayam, kocok lepas
  • 100 g daun kemangi, petiki daunnya

 

Bumbu, tumbuk kasar:
  • 6 buah cabai merah besar
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt terasi

 

Cara Membuat:
  1. Lumuri cumi-cumi dengan garam dan merica hingga rata, sisihkan 5 menit.
  2. Panaskan minyak di dalam wajan dengan api sedang. Tumis bumbu tumbuk, jahe, daun jeruk, dan serai hingga harum.
  3. Masukkan cumi-cumi, masak hingga berubah warna. Tambahkan wortel dan jamur, aduk rata hingga layu.
  4. Masukkan nasi, aduk rata. Bumbui dengan garam dan kecap asin sambil  diaduk  hingga rata. Kecilkan api.
  5. Masukkan telur kocok ke dalam nasi, aduk cepat hingga telur merata dan nasi matang, angkat.
  6. Sajikan.
Untuk 6 porsi
Sumber:All about women

Menu Peramping Perut

Leave a comment

POACHED  TELUR  Dengan Tomato Pesto

Kalori per porsi: 175 kal
WAKTU: 30 menit Porsi: 4
Bahan:

  • 1 sdt minyak zaitun
  • 9 ons daun bayam
  • 85 g yogurt bebas lemak
  • 65 g tomat pesto
  • 1 sdt cuka
  • Sejumput garam
  • 4 telur ayam
  • 2 potong roti gandum, panggang
  • Merica hitam tumbuk kasar
  • Air secukupnya
  • Tomat ceri kuning 8 buah, belah jadi 2
Cara membuatnya :
  1. Panaskan minyak zaitun dalam wajan anti lengket di atas api sedang. Masukkan bayam, tumis hingga layu. Angkat.
  2. Campur yoghurt dan pesto. Aduk rata, bagi adonan menjadi 2 bagian.
  3. Campur satu bagian campuran yogurt dengan tumis bayam. Aduk hingga tercampur rata.
  4. Didihkan air, masukkan garam dan cuka. Pecahkan telur satu persatu, buat poach eggs hingga matang. Angkat, tiriskan.
  5. Letakkan roti gandum bakar di piring, beri sepotong poached egg di atasnya. Tambahkan campuran bayam di salah satu sisi piring.
  6. Siram dengan campuran yoghurt dan pesto. Taburi merica hitam tumbuk kasar. Tambahkan potongan tomat ceri kuning.
  7. Sajikan.

Sumber : Majalah Selera

METODE MONTESSORI

Leave a comment

Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.

Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut “direktur” atau “pembimbing”). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.

Walaupun banyak sekolah-sekolah yang menggunakan nama “Montessori,” kata itu sendiri bukan merupakan merk dagang, juga tidak dihubungkan dengan organisasi tertentu saja.

Maria Montessori
Born August 31, 1870
Chiaravalle (Ancona), Italy
Died May 6, 1952 (aged 81)
NoordwijkNetherlands
Resting place Noordwijk, Netherlands
Nationality Italian
Education University of Rome La SapienzaMedical School
Occupation Physician and educator
Known for Founder of the Montessori method of education
Religion Catholic
Children Mario Montessori Sr.

Montessori Preschool (Ages 2-3)

Montessori Toddler Education: Engaging and Encouraging from the Beginning

Small boy eating cereal

This is the time when your children are using their bodies, senses and their emerging problem-solving skills to learn about and make sense of their world in the ways most meaningful and effective for them.

Dr. Montessori was one of the first educators to recognize that these first few years of a child’s life are critical to the development of personality and intellect. At this age, children are actively seeking out information, and learn quickly and easily. Toddlers are especially interested in demonstrating their independence. Montessori Unlimited allows them the freedom to learn as much as they can, as quickly as possible.

Our educators give toddlers responsive, individualized attention to help them build their skills in these five important areas:

  • Sensory and Perception
  • Self-Help
  • Language
  • Physical and Motor Skills
  • Social and Emotional Growth

Montessori Primary (Ages 3-6)

Primary Program: Teaching the Fundamentals in a Whole New Way

Young girl in class.As children get older, they tend to see things that adults find ordinary as very interesting and special. Practical life exercises like sorting, pouring, washing dishes or polishing shoes absorb them completely.

At Montessori Unlimited, we recognize this as the beginning of control and coordination of mind and body. That’s why Montessori learning revolves around tangible experiences. Children use concrete materials to learn math; movable alphabets to explore language; and cubes, cylinders and other objects to categorize, find spatial relationships and more.

Our broad-based Primary Program includes:

  • Science and Nature
  • Music and Movement
  • Sensorial
  • Cooking and Nutrition
  • Cultural Awareness
  • History
  • Geography
  • Language Arts
  • Mathematics

Montessori Elementary (Ages 6-12)

Elementary Program: Molding Unique and Sensitive Individuals

Young boy in class.With a solid foundation laid, this is the stage at which your children are ready to learn abstract principles.

At Montessori Unlimited, our unique educational philosophy and educators are perfectly suited to take education to the next level. We encourage children to work at their own pace in a non-competitive atmosphere, to gain an understanding of themselves and develop a sensitivity to others. Children may work alone or in groups, all in an atmosphere of courtesy and respect. Montessori teachers are able to focus a great deal of individual attention on children. While in groups, older children share their knowledge and get children excited about learning.

Our Elementary Program approach combines physical and emotional development with academic disciplines:

  • Language Arts
  • Mathematics
  • Social Studies
  • Foreign Language
  • Geometry
  • Science
  • Art
  • Music

PEANUT BROWNIES PUDING

Leave a comment


Bagi yang suka coklat,manis,dingin. …sajian yang satu ini sangat Pas untuk dinikmati bersama orang-orang yang kita sayangi.Membuatnya memang dibutuhkan sedikit kesabaran dan keahlian tapi ini untuk mendapatkan sesuatu yang special dan pantas untuk dinikmati,rasanya ituloh sluuuuuuurp  🙂    🙂    🙂
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
Bahan Alas:
  • 150 gram margarin
  • 200 gram gula pasir halus
  • 75 gram selai kacang creamy
  • 200 gram dark cooking chocolate, lelehkan
  • 3 butir telur
  • 100 gram tepung terigu protein sedang
  • 20 gram cokelat bubuk
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • 100 gram kacang mede, sangrai, cincang kasar

Bahan Puding:

  • 250 ml susu cair 
  • 20 gram gula pasir 
  • 1/2 bungkus agar-agar bubuk 
  • 15 gram cokelat bubuk 
  • 50 gram dark cooking chocolate, potong-potong
  • 2 putih telur 
  • 1/4 sendok teh garam 
  • 30 gram gula pasir 

Bahan Hiasan:
20 ml krim kental
100 gram dark cooking chocolate, potong-potong

Cara Pengolahan :

  1. Alas, kocok margarin dan gula pasir 4 menit. Tambahkan selai kacang creamy. Kocok rata. Masukkan dark cooking chocolate leleh. Kocok rata.
  2. Tambahkan telur satu per satu bergantian dengan sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
  3. Masukkan sisa tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata. Tambahkan kacang mede. Aduk rata.
  4. Tuang di loyang 22x12x4 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
  5. Oven 50 menit dengan suhu 180 derajat Celsius.
  6. Puding, rebus susu cair, gula pasir, agar-agar, dan cokelat bubuk sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan potongan dark cooking chocolate. Aduk sampai larut. Sisihkan. Biarkan hangat.
  7. Kocok putih telur dan garam sampai setengah mengembang. Tambahkan gula pasir sambil dikocok sampai mengembang.
  8. Tuang rebusan agar-agar sedikit-sedikit sambil dikocok dengan kecepatan rendah.
  9. Keluarkan brownis dari loyang. Rapikan sisinya. Ratakan bagian atasnya. Letakkan dalam loyang 22x12x4 cm yang dialas plastik. Tuang puding. Bekukan.
  10. Hiasan, panaskan krim kental. Masukkan potongan dark cooking chocolate. Aduk sampai larut. Biarkan hangat. Masukkan dalam kantung plastik segitiga.
  11. Hias dengan coretan cokelat.
*) Alas plastik harus melebihi tinggi loyang agar mudah untuk mengeluarkan puding.

Untuk 12 potong

KROKET TUNA JAGUNG

Leave a comment

 

 

 

 

 

 

 

Kroket umumnya dibuat dari kentang berisi daging. Nyatanya tidak itu saja yang enak. Dengan mengganti  isinya dengan tuna dan jagung, bisa juga tercipta kroket lain yang sama nikmatnya.

Bahan: 

  • 300 gram kentang, potong-potong
  • 1 kuning telur
  • 2 sendok makan susu bubuk
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk

Bahan Isi:

  • 1 kaleng tuna, tiriskan
  • 150 gram jagung manis pipil
  • 3 buah acar ketimun, cincang halus
  • 100 gram mayones
  • 1/2 sendok teh air jeruk lemon
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir

Bahan Pelapis:

2 butir telur, kocok lepas
100 gram tepung panir orange
minyak untuk menggoreng

Cara membuat :

  1. Isi, aduk rata tuna, jagung manis, acar ketimun, mayones, air lemon, garam, dan gula pasir. Sisihkan.
  2. Kulit, campur kentang, telur, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
  3. Ambil sedikit adonan kulit . Beri isi. Bentuk lonjong.
  4. Celup ke dalam telur. Gulingkan di atas tepung panir orange.
  5. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas  api sedang sampai matang.

Untuk 8 buah

Sumber : Sajiansedap.com

METODE PEMBELAJARAN JOLLY PHONICS

Leave a comment

INTISARI : Selain matematika, membaca dan menulis permulaan adalah keterampilan dasar yang paling penting untuk anak sekolah yang harus dikuasai pada masa awal sekolah. Keterampilan membaca dan menulis ini menentukan keberhasilan anak dalam proses belajar selanjutnya karena merupakan alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. Selain itu tuntutan perkembangan era globalisasi saat ini menempatkan pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya yang dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian terdapat dua kebutuhan dalam hal ini, yaitu kebutuhan akan proses pembelajaran baca-tulis bahasa Indonesia dan pembelajaran bahasa Inggris. Kedua proses pembelajaran ini dapat terintegrasi dengan penggunaan metode pembelajaran Jolly Phonics , yaitu suatu metode yang mencakup pengajaran mengenal huruf, mengeja dan membaca kata, sekaligus juga mengenal kosa kata bahasa Inggris dan cara membacanya.

Metode Jolly Phonics adalah salah satu cara mengajarkan anak membaca dan menulis yang menggunakan pendekatan bottom up process dan top-down secara seimbang, yaitu mulai dengan mengajarkan unit terkecil bunyi untuk dapat membaca dan memberikan konteks cerita dalam pengajaran huruf. Metode ini dirumuskan oleh Sue Loyd (1992) dari Inggris dan telah digunakan di beberapa negara berbahasa Inggris (Inggris, Amerika, Kanada, dan Australia) dan negara berbahasa selain bahasa Inggris (Korea dan Malaysia). Penelitian Stuart (1999) menunjukkan bahwa metode ini ternyata efektif untuk mengajarkan baca tulis bahas Inggris pada anak dengan bahasa ibu bukan bahasa Inggris. Proses pengajaran dengan metode ini memiliki karakteristik mengajarkan bunyi huruf secara multi sensori dan menggunakan asosiasi gerakan yang memudahkan untuk mengingat huruf. Selanjutnya, diajarkan sintesa bunyi untuk mengeja kata, mengidentifikasi bunyi dalam kata, serta menulis huruf dengan cara yang tepat. Selain itu, diajarkan pula kata-kata sulit yang tidak bisa dieja.

Setelah mendalami metode ini, muncul inspirasi untuk menggunakannya pada anak yang berbahasa ibu Indonesia. Terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh anak berbahasa ibu Indonesia yang mulai belajar baca tulis dengan metode Jolly Phonics, yaitu anak belajar beberapa bunyi huruf diftong (digraph) yang ada dalam ejaan bahasa Inggris dan tidak ada dalam bahasa Indonesia. Hal ini sangat penting untuk membuat anak mampu mengeja kata bahasa Inggris sehingga tidak mengalami kekeliruan dalam pengucapan. Selain itu, anak diajarkan kata-kata sulit yang akan membuat mereka mengetahui cara membaca dan menulis dengan tepat. Dalam pengajaran dengan metode ini anak akan banyak dikenalkan pada kosakata bahasa Inggris. Untuk itu dilakukan integrasi pengajaran bahasa Inggris dengan pengajaran baca tulis bahasa Indonesia agar lebih efisien dalam pemanfaatan waktu dan lebih kontekstual dalam proses pengajaran.

Sumber : http://lppm.ums.ac.id/images/stories/penelitian/psikologi/2007_Dikti_Lisnawati_Ruhaena.pdf

Older Entries

%d bloggers like this: