Membentuk kebiasaan dan pola makan yang baik adalah proses yang memerlukan waktu. Selama membangun pola makan yang baik, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak dan menenteramkan hati Bunda, tambahkan suplementasi dalam menu harian anak.

Ciri anak yang menderita picky eater  (susah makan dan pilih-pilih makanan):

  • Sulit mengunyah dan menelan makanan. Hanya bisa
  • Mengonsumsi makanan lunak atau cair.
  • Makanan yang sudah masuk mulut, disemburkan.
  • Saat makan, dia malah menutup mulut rapat-rapat.
  • Makanan masuk ke mulutnya. Bila dipaksa mengunyah malah mengamuk.
  • Makanan yang diberikan/disuapkan ke mulutnya ditepis.
  • Makanan dibiarkan masuk ke mulut tetapi dimuntahkan.
  • Pilih-pilih, atau hanya mau makan makanan yang disukainya.

Hadapi dengan:

  • Cek kondisi fisik balita untuk mendeteksi adanya sesuatu yang tidak beres dengan kesehatannya.
  • Jika anak terlalu aktif atau termasuk jenis anak yang tampaknya tidak pernah lapar (infantile anorexia), lakukan : Beri anak makan tiga kali sehari (pagi, siang, malam) plus camilan di sore hari, pastikan tidak ada sesuatu yang menarik perhatiannya selama acara makan, batasi durasi makan tidak lebih dari 30 menit dan beri anak makanan dan camilan berkalori tinggi.
  • Gangguan psikologis bisa mengganggu proses makan anak. Untuk memastikan apakah anak Anda mengalami hal ini, orangtua perlu bekerjasama dengan psikiater. Bila masalah psikologis anak tertangani, biasanya gangguan kesulitan makan pun teratasi. Namun, kasus ini membutuhkan penanganan yang cermat dan observasi cukup lama. Sementara anak dalam penanganan ahli, pemberian suplementasi dibutuhkan agar asupan nutrisinya terjaga.
  • Balita dengan kasus gangguan sensori yang menjadi sulit makan atau picky eater berisiko mengalami kekurangan nutrisi esensial. Orangtua dianjurkan untuk sabar dan telaten memberinya makan. Pemberian suplemen penting untuk mencegah anak mengalami defisiensi nutrisi. Bila belum berhasil, konsultasikan ke dokter spesialis anak ahli tumbuh kembang.
  • Kolik  juga bisa menyebabkan gangguan makan pada anak. Tidak perlu ikut-ikutan sedih, Bunda! Terus susui anak di ruangan bersinar redup dan tenang atau menyusuinya menggunakan teknik Kangaroo yang membangun skin to skin contact secara simultan. Bunda juga dapat pula meredakan nyeri kolik dengan memandikan anak, menggendong dalam posisi bahu Anda menekan perut anak, atau dapat pula memberi anak pijatan khusus untuk meredakan kolik. Bila tidak berhasil, konsultasikan ke dokter spesialis anak ahli gastroentrologi untuk mencari penyebabnya.
  • Bangun suasana makan yang menyenangkan. Gunakan alat makan yang lucu dan menarik, makan sambil piknik di udara terbuka, makan dalam suasan santai, makan diiringi musik favorit anak, makan bersama teman atau  mainan anak yang menjadi “teman” dan lain-lain.

Mengoreksi Picky Eater

  • Ekstra sabar. Jangan hukum bila makannya tidak dihabiskan.
  • Jangan menyogoknya untuk makan.
  • Jangan menyinggung kelakuan “nakalnya” selagi makan.
  • Selesaikan acara makan dalam waktu 30 menit atau kurang.
  • Jangan harap anak langsung menerima makanan baru.
  • Perkenalkan makanan baru berkali-kali (10-15 kali) karena ia butuh waktu memasukkan data tentang karakter jenis makanan baru itu; rasa, tekstur, dan bentuk, sebelum akhirnya mau makan.

Sumber:Artikel Ayahbunda